Rabu, 11 Mei 2016

harga promo daihatu terbaru

promo daihatu terbaru dp mulai dari 7 jutaan. data di bantu dan di jemput ke rumah. bisa untuk grab atau uber. untuk informasi lebih lanjut hubungi agatha 089692428502 (wa) / 082299871277 dapatkan bonus dan hadiah menarik lainnya.

Rabu, 24 Februari 2016

Promo daihatsu

Info daihatsu terbaru. Ayla dp mulai dari 7 jt angsuran 2jtan, xenia dp 8 jt angsuran 3jtan. Gratis astra world selama 5 tahun. Data dapat di jemput dan proses di bantu. Sudah termasuk anti karat dan kaca film. Minat hubungi agatha astra daihatsu cibinong 082299871277 / 089692428502 (wa) untuk jabotabek dan luar kota

Jumat, 03 Juli 2015

contoh kode etik dalam penggunaan fasilitas internet pada suatu instansi


Disini saya ingin memposting tentang beberapa contoh kode etik dalam penggunaan fasilitas internet pada suatu instansi.

Kode etik penggunaan fasilitas internet di kantor hampir sama dengan kode etik pengguna internet pada umumnya, hanya saja lebih dititik beratkan pada hal-hal atauaktivitas yang berkaitan dengan masalah perkantoran di suatu organisasi atau instansi. Contohnya :
Menghindari penggunaaan fasilitas internet diluar keperluan kantor atau untuk kepentingan sendiri.
Tidak menggunakan internet untuk mempublikasi atau bertukar informasi internalkantor kepada pihak luar secara ilegal.
Tidak melakukan kegiatan pirating, hacking atau cracking terhadap fasilitas internet kantor.
Mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh kantor dalam penggunaan fasilitas internet.                                                                                                                                                                                    Sumber : http://danangharda.blogspot.com/2012/03/praktek-kode-etik-dalam-penggunaan.html                                                                                                                  http://ntokun.blogspot.com/2011/05/praktek-praktek-kode-etik-dalam.html

prosedur pendrian bisnis di bidang teknologi informasi.

Sekarang saya akan memposting informasi tentang prosedur pendrian bisnis di bidang teknologi informasi.
Dalam mendirikan suatu badan usaha atau bisnis khusunya di bidang IT, apa sebenarnya yang harus kita ketahui dan lakukan??. Pada penulisan kali ini saya akan mencoba menjelaskan sekaligus menjabarkan apa saja yang harus dilakukan sebelum melakukan pendirian usaha atau bisnis. Sebelum melangkah lebih jauh, terlebih dahulu kita definisikan apa itu badan usaha.

Badan Usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Badan Usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. Perbedaan utamanya, Badan Usaha adalah lembaga sementara perusahaan adalah tempat dimana Badan Usaha itu mengelola faktor-faktor produksi.

Adapun beberapa alasan pendirian suatu badan usaha adalah
• untuk hidup,
• bebas dan tidak terikat,
• dorongan sosial,
• mendapat kekuasaan, atau
• melanjutkan usaha orang tua.

Faktor–faktor yang harus dihadapi atau diperhitungkan di dalam pendirian suatu badan usaha, khususnya di bidang IT adalah:
• Barang dan Jasa yang akan dijual
• Pemasaran barang dan jasa
• Penentuan harga
• Pembelian
• Kebutuhan Tenaga Kerja
• Organisasi intern
• Pembelanjaan
• Jenis badan usaha yang akan dipilih, dll.

Di dalam pendirian suatu badan usaha, ada terdapat beberapa fungsi yang akan terlibat di dalam bisnis-nya.

• Manajemen: cara karyawan dan sumber-sumber lain digunakan oleh perusahaan.
• Pemasaran: cara produk/jasa dikembangkan, diberi harga, didistribusikan dan dipromosikan kepada pelanggan.
• Keuangan: cara perusahaan mendapatkan dan menggunakan dana untuk operasi bisnisnya
• Akuntansi: ringkasan dan analisis suatu kondisi keuangan suatu perusahaan.
• Sistem Informasi: meliputi teknologi Informasi, masyarakat dan prosedur yang bekerja sama untuk memberikan Informasi yang cocok kepada karyawan perusahaan sehingga mereka dapat membuat keputusan bisnis.

Proses Pendirian Badan Usaha

• Mengadakan rapat umum pemegang saham.
• Dibuatkan akte notaris (nama-nama pendiri, komisaris, direksi, bidang usaha, tujuan perusahaan didirikan).
• Didaftarkan di pengadilan negeri (dokumen : izin domisili, surat tanda daftar perusahaan (TDP), NPWP, bukti diri masing-masing).
• Diberitahukan dalam lembaran negara (legalitas dari dept. kehakiman).

Perizinan pembuatan badan usaha perlu dirancang agar dalam pelaksanaan kegiatan, para pelaku dunia usaha menyadari akan tanggung jawab dan tidak asal dalam melakukan praktik kerja yang dapat merugikan orang lain atau bahkan Negara. Peraturan perizinan memliki mata rantai prosedur yang panjangnya bergantung pada skala perusahaan yang akan didirikan. Adapun yang menjadi pokok yang harus diperhatikan dalam hubungannya dengan pendirian badan usaha ialah :

1. Tahapan pengurusan izin pendirian

Bagi perusahaan skala besar hal ini menjadi prinsip yang tidak boleh dihilangkan demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Hasil akhir pada tahapan ini adalah sebuah izin prinsip yang dikenal dengan Letter of Intent yang dapat berupa izin sementara, izin tetap hinga izin perluasan. Untk beerapa jenis perusahaan misalnya, sole distributor dari sebuah merek dagang, Letter of Intent akan memberi turunan berupa Letter of Appointment sebagai bentuk surat perjanjian keagenan yang merupakan izin perluasan jika perusahaan ini memberi kesempatan pada perusahaan lain untuk mendistribusikan barang yang diproduksi.

Berikut ini adalah dokumen yang diperlukan, sebagai berikut :
• Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
• Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
• Bukti diri.

Selain itu terdapat beberapa Izin perusahaan lainnya yang harus dipenuhi :
• Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), diperoleh melalui Dep. Perdagangan.
• Surat Izin Usaha Industri (SIUI), diperoleh melalui Dep. Perindustrian.
• Izin Domisili.
• Izin Gangguan.
• Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
• Izin dari Departemen Teknis.

2. Tahapan pengesahan menjadi badan hukum

Tidak semua badan usaha mesti ber badan hukum. Akan tetapi setiap usaha yang memang dimaksudkan untuk ekspansi atau berkembang menjadi berskala besar maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku. Izin yang mengikat suatu bentuk usaha tertentu di Indonesia memang terdapat lebih dari satu macam. Adapun pengakuan badan hukum bisa didasarkan pada Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), hingga Undang-Undang Penanaman Modal Asing ( UU PMA ).

3. Tahapan penggolongan menurut bidang yang dijalani

Badan usaha dikelompokkan kedalam berbagai jenis berdasarkan jenis bidang kegiatan yang dijalani. Berkaitan dengan bidang tersebut, maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian dsb.

4. Tahapan mendapatkan pengakuan, pengesahan dan izin dari departemen lain yang terkait

Departemen tertentu yang berhubungan langsung dengan jenis kegiatan badan usaha akan mengeluarkan izin. Namun diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan izin dari departemen lain yang pada nantinya akan bersinggungan dengan operasional badan usaha misalnya Departemen Perdagangan mengeluarkan izin pendirian industri pembuatan obat berupa SIUP. Maka sebgai kelanjutannya, kegiatan ini harus mendapatkan sertifikasi juga dari BP POM, Izin Gangguan atau HO dari Dinas Perizinan, Izin Reklame, dll.
Sumber : http://jijidzone.blogspot.com/2011/04/prosedur-prosedur-pendirian-bisnis-di.html
                http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Usaha
                http://avi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8359/Pendirian+Badan+Usaha.pdf


Selasa, 09 Juni 2015

IT Audit

IT Audit
Audit teknologi informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastrukturteknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya

Tujuan IT audit adalah:
Availability, ketersediaan informasi, apakah informasi pada perusahaan dapat menjamin ketersediaan   informasi dapat dengan mudah tersedia setiap saat.
Confidentiality, kerahasiaan informasi, apakah informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi perusahaan hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang berhak dan memiliki otorisasi.
Integrity, apakah informasi yang tersedia akurat, handal, dan tepat waktu.
PROSEDUR
Prosedur Audit merupkan tindakan yang di lakukan atau metode dan taknik yang digunakan olehauditor untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit.
Berikut adalah komponen Audit TI:
 pendefinisian tujuan perusahaan.
 penentuan isu, tujuan dan perspektif bisnis antara penanggung jawab bagian dengan  bagianTI.
review terhadap pengorganisasian bagian TI yang meliputi perencanaanproyek, status danprioritasnya, staffing levels, belanja TI dan IT changeprocess management
assessment infrastruktur teknologi, assessment aplikasi bisnis.
Temuan- temuan
 laporan rekomendasi.
Subyek yang perlu diaudit mencakup:
1. Aspek keamanan : Masalah keamanan mencakup tidak hanya keamanan file servers dan penerapan metodacadangan, melainkan juga penerapan standar tertentu, seperti C-ICT.
2. Keandalan : Keandalan meliputi penerapan RAID V disk subsystems untuk server dengan criticalapplications dan prosedur penyimpanan data di file server, bukan di drive lokal C.
3. Kinerja : Kinerja mencakup persoalan standarisasi PC, penggunaan LAN serta cadangan yangsesuai dengan beban kerja.
4. Manageability : manageability menyangkut penerapan standar tertentu dan pendokumentasian secarateratur dan berkesinambungan. Audit itu harus dilakukan terhadap :
sistem informasi secara keseluruhan.
perangkat TI yang digunakan
software, hardware, jaringan saja
 aspek yang terlibat dan relevan dalam sistem informasi.



Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Audit_teknologi_informasi
http://mikofrezzy.blogspot.com/2012/05/it-auditor.html

IT FORENSIK


IT Forensik yaitu suatu ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat). Fakta-fakta tersebut setelah diverifikasi akan menjadi bukti-bukti yang akan digunakan dalam proses selanjutnya. Selain itu juga diperlukan keahlian dalam bidang IT ( termasuk diantaranya hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software untuk membuktikan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dalam bidang teknologi sistem informasi tersebut.
IT Forensik atau banyak ditempatkan dalam berbagai keperluan, bukan hanya untuk menangani beberapa kasus kriminal yangmelibatkan hukum,seperti rekonstruksi perkara insiden keamanan komputer, upaya pemulihan kerusakan sistem,pemecahan masalah yang melibatkan hardware ataupun software, dan dalam memahami sistem atau pun berbagai perangkat digital agar mudah dimengerti

PENGERTIAN IT FORENSIK MENURUT PARA AHLI
Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan dimedia komputer.
 Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin.
Menurut Ruby Alamsyah (salah seorang ahli forensik IT Indonesia), digital forensik atau terkadang disebut komputer forensik adalah ilmu yang menganalisa barang bukti digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Barang bukti digital tersebut termasuk handphone, notebook, server, alat teknologi apapun yang mempunyai media penyimpanan dan bisa dianalisa.
Sejarah IT Forensik
Pada tahun 2002 diperkirakan terdapat sekitar 544 juta orang terkoneksi secara online. Meningkatnya populasi orang yang terkoneksi dengan internet akan menjadi peluang bagi munculnya kejahatan komputer dengan beragam variasi kejahatannya. Dalam hal ini terdapat
sejumlah tendensi dari munculnya berbagai gejala kejahatan komputer, antara lain:
Permasalahan finansial. Cybercrime adalah alternatif baru untuk mendapatkan uang. Perilaku semacam carding (pengambil alihan hak atas kartu kredit tanpa seijin pihak yang sebenarnya mempunyai otoritas), pengalihan rekening telepon dan fasilitas lainnya, ataupun perusahaan dalam bidang tertentu yang mempunyai kepentingan untuk menjatuhkan kompetitornya dalam perebutan market, adalah sebagian bentuk cybercrime dengan tendensi finansial.
Adanya permasalahan terkait dengan persoalan politik, militer dan sentimen Nasionalisme.
Salah satu contoh adalah adanya serangan hacker pada awal tahun 1990, terhadap pesawat pengebom paling rahasia Amerika yaitu Stealth Bomber. Teknologi tingkat tinggi yang terpasang pada pesawat tersebut telah menjadi lahan yang menarik untuk dijadikan ajang kompetisi antar negara dalam mengembangkan peralatan tempurnya.
Faktor kepuasan pelaku, dalam hal ini terdapat permasalahan psikologis dari pelakunya.
Terdapat kecenderungan bahwasanya seseorang dengan kemampuan yang tinggi dalam bidang penyusupan keamanan akan selalu tertantang untuk menerobos berbagai sistem keamanan yang ketat. Kepuasan batin lebih menjadi orientasi utama dibandingkan dengan tujuan finansial ataupun sifat sentimen.

“Elemen penting dalam penyelesaian masalah keamanan dan kejahatan dunia komputer adalah penggunaan sains dan teknologi itu sendiri. Dalam hal ini sains dan teknologi dapat digunakan oleh fihak berwenang seperti: penyelidik, kepolisian, dan kejaksaan untuk mengidentifikasi tersangka pelaku tindak criminal”.

“Bukti digital (Digital Evidence) merupakan salah satu perangkat vital dalam mengungkap tindak cybercrime. Dengan mendapatkan bukti-bukti yang memadai dalam sebuah tindak kejahatan, Bukti Digital yang dimaksud dapat berupa adalah : E-mail, file-file wordprocessors, spreadsheet, sourcecode dari perangkat lunak, Image, web browser, bookmark, cookies, Kalender”.
Ada 4 Elemen Forensik:
1.         Identifikasi bukti digital
2.         Penyimpanan bukti digital
3.         Analisa bukti digital
4.         Presentasi bukti digital

TUJUAN IT FORENSIK
Tujuan dari IT forensik itu sendiri adalah untuk mengamankan dan menganalisa bukti-bukti digital. Menurut Noblett, yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.
Menurut Judd Robin, yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin. Tujuan IT forensik:

1. Untuk membantu memulihkan, menganalisa, dan mempresentasikan materi/entitas berbasis digital atau elektronik sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan sebagai alat buti yang sah di pengadilan

2. Untuk mendukung proses identifikasi alat bukti dalam waktu yang relatif cepat, agar dapat diperhitungkan perkiraan potensi dampak yang ditimbulkan akibat perilaku jahat yang dilakukan oleh kriminal terhadap korbannya, sekaligus mengungkapkan alasan dan motivitasi tindakan tersebut sambil mencari pihak-pihak terkait yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dengan perbuatan tidak menyenangkan dimaksud.

ALASAN MENGAPA MENGGUNAKAN IT FORENSIK, ANTARA LAIN.

Dalam kasus hukum, teknik digital forensik sering digunakan untuk meneliti sistem komputer milik terdakwa (dalam perkara pidana) atau tergugat (dalam perkara perdata).
   Memulihkan data dalam hal suatu hardware atau software mengalami kegagalan/kerusakan (failure).
·         Meneliti suatu sistem komputer setelah suatu pembongkaran/pembobolan, sebagai contoh untuk menentukan bagaimana penyerang memperoleh akses dan serangan apa yang dilakukan.
·         Mengumpulkan bukti menindak seorang karyawan yang ingin diberhentikan oleh suatu organisasi.
·         Memperoleh informasi tentang bagaimana sistem komputer bekerja untuk tujuan debugging, optimisasi kinerja, atau membalikkan rancang-bangun.

SIAPA YANG MENGGUNAKAN IT FORENSIKNetwork Administrator merupakan sosok pertama yang umumnya mengetahui keberadaan cybercrime sebelum sebuah kasus cybercrime diusut oleh pihak yang berwenang. Ketika pihak yang berwenang telah dilibatkan dalam sebuah kasus, maka juga akan melibatkan elemenelemen vital lainnya, antara lain:

1.             Petugas Keamanan (Officer/as a First Responder)
Memiliki kewenangan tugas antara lain : mengidentifikasi peristiwa, mengamankan bukti, pemeliharaan bukti yang temporer dan rawan kerusakan.

2.             Penelaah Bukti (Investigator)
Sosok yang paling berwenang dan memiliki kewenangan tugas antara lain: menetapkan instruksi-instruksi, melakukan pengusutan peristiwa kejahatan, pemeliharaan integritas bukti.

3.             Tekhnisi Khusus
Memiliki kewenangan tugas antara lain : memeliharaan bukti yang rentan kerusakan dan menyalin storage bukti, mematikan (shuting down) sistem yang sedang berjalan, membungkus/memproteksi bukti-bukti, mengangkut bukti dan memproses bukti. IT forensic digunakan saat mengidentifikasi tersangka pelaku tindak kriminal untuk penyelidik, kepolisian, dan kejaksaan.

PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN IT FORENSIK
Dasar-dasar hardware dan pemahaman bagaimana umumnya sistem operasi bekerja
Bagaimana partisi drive, hidden partition, dan di mana tabel partisi bisa ditemukan pada sistem operasi yang berbeda. Bagaimana umumnya master boot record tersebut dan bagaimana drive geometry. Pemahaman untuk hide, delete, recover file dan directory bisa mempercepat pemahaman pada bagaimana tool forensik dan sistem operasi yang berbeda bekerja.
Familiar dengan header dan ekstension file yang bisa jadi berkaitan dengan file tertentu

TOOLS DALAM IT FORENSIK

Dalam IT Forensik, terdapat beberapa tools atau peralatan yang umum digunakan. Tools yang dimaksud adalah:

1.    Antiword
Antiword merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk menampilkan teks dan gambar dokumen Microsoft Word. Antiword hanya mendukung dokumen yang dibuat oleh MS Word versi 2 dan versi 6 atau yang lebih baru.

2.      Autopsy
The Autopsy Forensic Browser merupakan antarmuka grafis untuk tool analisis investigasi diginal perintah baris The Sleuth Kit. Bersama, mereka dapat menganalisis disk dan filesistem Windows dan UNIX (NTFS, FAT, UFS1/2, Ext2/3).

3.      Binhash
Binhash merupakan sebuah program sederhana untuk melakukan hashing terhadap berbagai bagian file ELF dan PE untuk perbandingan. Saat ini ia melakukan hash terhadap segmen header dari bagian header segmen obyek ELF dan bagian segmen header obyekPE.

4.      Sigtool
Sigtcol merupakan tool untuk manajemen signature dan database ClamAV. sigtool dapat digunakan untuk rnenghasilkan checksum MD5, konversi data ke dalam format heksadesimal, menampilkan daftar signature virus dan build/unpack/test/verify database CVD dan skrip update.

5.      ChaosReader
ChaosReader merupakan sebuah tool freeware untuk melacak sesi TCP/UDP/… dan mengambil data aplikasi dari log tcpdump. la akan mengambil sesi telnet, file FTP, transfer HTTP (HTML, GIF, JPEG,…), email SMTP, dan sebagainya, dari data yang ditangkap oleh log lalu lintas jaringan. Sebuah file index html akan tercipta yang berisikan link ke seluruh detil sesi, termasuk program replay realtime untuk sesi telnet, rlogin, IRC, X11 atau VNC; dan membuat laporan seperti laporan image dan laporan isi HTTP GET/POST.

6.      Cchkrootkit
Chkrootkit merupakan sebuah tool untuk memeriksa tanda-tanda adanya rootkit secara lokal. la akan memeriksa utilitas utama apakah terinfeksi, dan saat ini memeriksa sekitar 60 rootkit dan variasinya.

7.      Ddcfldd
Tool ini mulanya dikembangkan di Department of Defense Computer Forensics Lab (DCFL). Meskipun saat ini Nick Harbour tidak lagi berafiliasi dengan DCFL, ia tetap memelihara tool ini.

8.      Ddrescue
GNU ddrescue merupakan sebuah tool penyelamat data, la menyalinkan data dari satu file atau device blok (hard disc, cdrom, dsb.) ke yang lain, berusaha keras menyelamatkan data dalam hal kegagalan pembacaan. Ddrescue tidak memotong file output bila tidak diminta. Sehingga setiap kali anda menjalankannya kefile output yang sama, ia berusaha mengisi kekosongan.

9.     Fforemost
Foremost merupakan sebuah tool yang dapat digunakan untuk me-recover file berdasarkan header, footer, atau struktur data file tersebut. la mulanya dikembangkan oleh Jesse Kornblum dan Kris Kendall dari the United States Air Force Office of Special Investigations and The Center for Information Systems Security Studies and Research. Saat ini foremost dipelihara oleh Nick Mikus seorang Peneliti di the Naval Postgraduate School Center for Information Systems Security Studies and Research.

10.  Gqview
Gqview merupakan sebuah program untuk melihat gambar berbasis GTK la mendukung beragam format gambar, zooming, panning, thumbnails, dan pengurutan gambar.


11.  Galleta
Galleta merupakan sebuah tool yang ditulis oleh Keith J Jones untuk melakukan analisis forensic terhadap cookie Internet Explorer.

12.  Ishw
Ishw (Hardware Lister) merupakan sebuah tool kecil yang memberikan informasi detil mengenai konfigurasi hardware dalam mesin. la dapat melaporkan konfigurasi memori dengan tepat, versi firmware, konfigurasi mainboard, versi dan kecepatan CPU, konfigurasi cache, kecepatan bus, dsb. Pada sistem t>MI-capable x86 atau sistem EFI.

13.  Pasco
Banyak penyelidikan kejahatan komputer membutuhkan rekonstruksi aktivitas Internet tersangka. Karena teknik analisis ini dilakukan secara teratur, Keith menyelidiki struktur data yang ditemukan dalam file aktivitas Internet Explorer (file index.dat). Pasco, yang berasal dari bahasa Latin dan berarti “browse”, dikembangkan untuk menguji isi file cache Internet Explorer. Pasco akan memeriksa informasi dalam file index.dat dan mengeluarkan hasil dalam field delimited sehingga dapat diimpor ke program spreadsheet favorit Anda.

14.  Scalpel
Calpel adalah sebuah tool forensik yang dirancang untuk mengidentifikasikan, mengisolasi dan merecover data dari media komputer selama proses investigasi forensik. Scalpel mencari hard drive, bit-stream image, unallocated space file, atau sembarang file komputer untuk karakteristik, isi atau atribut tertentu, dan menghasilkan laporan mengenai lokasi dan isi artifak yang ditemukan selama proses pencarian elektronik. Scalpel juga menghasilkan (carves) artifak yang ditemukan sebagai file individual.



sumber :
http://bsikelompokk9.blogspot.com/2013/05/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html
http://thekicker96.wordpress.com/definisi-it-forensik/

METODOLOGI IT AUDIT

METODOLOGI IT AUDIT
Secara garis besar, metodologi dalam Audit SI/TI (yang dihasilkan dari proses perencanaan Audit) akan terdiri atas beberapa tahapan antara lain:
1. Analisis kondisi eksisting
Tahapan analisis kondisi eksisting dalam rencana Audit SI/TI merupakan kegiatan peninjauan kondisi perusahaan saat iru terutama yang berkaitan dengan aktivitas BISNIS. Perunjauan dilakukan dengan dua tujuan utama, yakni: pengumpulan data sebagai bahan analisis resiko untuk menentukan lingkup audit yang nantinya dilakukan dan pengumpulan informasi yang mendukung pelaksanaan audit, misalkan informasi mengenai aktivitas bisnis yang telah didukung TI serta hukum, regulasi, ketetapan, standar yang terkait dengan aktivitas bisrus tersebut.
data-capture-urlMengenai tujuan yang pertama, yakni pengumpulan data sebagai bahan analisis resiko, fokus dari aktivitas pengumpulan data yang dilakukan adalah keseluruhan proses bisrus yang ada di perusahaan, baik proses bisrus utama maupun pendukung. Proses bisnis yang dimaksud tidak hanya yang terkait dengan TI, namun keseluruhan proses bisnis yang berlangsung di perusahaan.
Pengumpulan data proses BISNIS tersebut dilakukan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan proses berdasarkan struktur organisasi berikut tugas pokok dan fungsi yang berkaitan dengan proses tersebut. Jika proses bisnis perusahaan memiliki cakupan yang luas, pengaudit SI/TI dapat memfokuskan pada proses bisnis yang terkait dengan TI sebagai objek yang akan diaudit nantinya.
BusinessIdentitySelain itu, pengumpulan informasi yang mendukung pelaksanaan audit perlu dilakukan dengan pengidentifikasian proses bisnis yang terkait/ didukung oleh keberadaan TI dengan menginventarisasi seluruh sistem informasi yang mendukung bisrus. Informasi lain yang perlu didapat adalah yang berkaitan dengan hukum, regulasi dan kebijakan hingga prosedur yang terkait dengan proses bisrus perusahaan maupun aktivitas audit itu sendiri.
interview-urlData-data tersebut diperoleh dan dikumpulkan melalui wawancara, survei menggunakan kuisoner, aktivitas peninjauan terhadap dokumen-dokumen pendukung proses hingga analisis hasil observasi atau informed transforming group session. Perlu dipahami bahwa dalam tahapan analisis kondisi eksisting ini hanya dilakukan pengumpulan data, tanpa pengujian apakah proses yang berlangsung sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pengujian tersebut akan dilakukan pada tahapan pelaksanaan audit dengan fokus terhadap proses bisnis tertentu, misalkan pada Audit SI/TI maka pengujian akan dilakukan pada proses bisnis yang terkait dengan TI.
2. Penentuan tingkat resiko
Penentuan tingkat resiko dengan mengklasifikasikan proses BISNIS yang tingkat resikonya tinggi (proses bisnis utama) maupun proses bisnis pendukung. Hasil penentuan tingkat resiko tersebut kemudian dijadikan sebagai bahan dalam penyusunan ruang lingkup pelaksanaan audit yang diarahkan kepada proses bisnis yang didukung oleh TI. Sebelum mengenal lebih jauh mengenai aktivitas yang berlangsung dalam penentuan tingkat resiko, perlu dipahami mengenai pengertian resiko yang berdampak terhadap keberlangsungan aktivitas bisnis. Resiko yang berdampak pada bisnis (resiko bisnis) tersebut merupakan segala kejadian tidak pasti yang memberikan pengaruh terhadap pencapaian tujuan bisnis. Pengaruh tersebut dapat berdampak kepada aset yang berwujud (tangible) maupun aset yang tak berwujud (intangible).
business-riskResiko bisnis sendiri dapat melibatkan aspek finansial, regulasi atau operasional atau informasi dan teknologi yang terkait yang dikenal sebagai Resiko TI. Resiko TI tersebut dapat berupa resiko penyampaian layanan (IT service delivery), resiko penyampaian solusi TI (IT solution/project delivery) maupun resiko dorongan pencapaian manfaat/ nilai TI (IT benefit/value enablement).
business-valueMasing-masing resiko tersebut akan memberikan pengaruh terhadap nilai bisnis (business value), baik pada peningkatan maupun perlindungan terhadap proses bisnis yang berlangsung di perusahaan seperti terlihat dalam Gambar dibawah ini (The IT Governance Institute, Enterprise Risk: Identify, Govern and Manage IT Risk, The Risk IT Framework (Exposure Draft), 2009).
gambar-2-1-tipe-resiko0001Agar dapat dilakukan tindakan pencegahan maupun penanggulangan terhadap resiko tersebut, maka pengaudit SI/TI perlu memperkaya wawasan mengenai resiko yang mungkin muncul terkait dengan proses BISNIS. Pemahaman menyeluruh terhadap kondisi eksisting perusahaan juga diperlukan agar penentuan resiko proses bisnis dapat relevan.
3. Pelaksanaan Audit SI/TI
Pelaksanaan Audit SIITI dengan mengacu kerangka kerja COBIT yang akan didahului dengan proses penentuan ruang lingkup dan tujuan audit (scope dan ofjective) berdasarkan hasil penentuan tingkat resiko pada tahapan sebelumnya.
scope-and-objective-urlSebelum Audit SI/TI dilakukan, perlu pendefinisian scope dan oijective atau ruang lingkup dan tujuan audit berdasarkan hasil dari resiko TI yang paling tinggi (high) tingkat resikonya yang dilakukan pada tahapan penentuan tingkat resiko TI dengan memperhatikan preferensi/ arahan pihak manajemen.
process-area-urlHasil pendefinisian tersebut menghasilkan prioritas area Proses TI yang perlu dilakukan penilaian, penyesuaian dan penyempurnaan yang terangkai dalam aktivitas Audit SI/TI.
Tujuan audit didefinisikan dalam objective sedangkan scope menggambarkan sistem secara spesifik hal-hal yang perlu dilakukan termasuk batasan-batasan dalam proses tinjauan nantinya.
4. Penentuan rekomendasi beserta laporan
Penentuan rekomendasi beserta laporan dari hasil audit yang dilakukan. Aktivitas audit seharusnya menghasilkan kesimpulan dan temuan yang akan mengarahkan pada rekomendasi yang mencerminkan pemenuhan terhadap tujuan objektif yang berbasis waktu, kinerja dan biaya. Hal tersebut seharusnya disertai dengan laporan awal yang menggambarkan temuan awal dalam aktivitas audit sebelum kemudian disusun ke dalam laporan akhir sehingga pihak manajemen mendapatkan gambaran mengenai kondisi eksisting perusahaannya serta gambaran rekomendasi yang akan diberikan oleh pengaudit SI/TI (Gallegos, IT Audit Report and Follow-up: Methods and Techniques for Communicating Audit Findings and Recommendations,2002) .
icon-reportsSetelah Audit SI/TI dilaksanakan, pengaudit bertanggung jawab terhadap pengkomunikasian hasil audit kepada pihak manajemen terkait. Pengkomunikasian tersebut menghasilkan kesepakatan akan hasil audit yang kemudian akan disusun dalam laporan audit.
Pengkomunikasian tersebut membutuhkan keahlian dan pemilihan informasi yang sesuai untuk pihak manajemen tertentu. Peran tersebut membutuhkan keahlian pengambilan keputusan, kebijaksanaan dan pengetahuan akan proses audit.
term-and-condition-urlLaporan akhir dari audit seharusnya mempesentasikan gambaran saat ini dari situasi kemudian memungkinkan pihak manajemen untuk mengambillangkah yang dipedukan. Pihak manajemen menggunakan laporan audit sebagai dasar informasi yang akurat, dapat dipercaya dan berguna sehingga dapat digunakan merancang keputusan.



sumber : http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2013/08/12/metodologi-dalam-audit-siti/