INDUKTIF
Generalisasi
Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual (khusus) menuju kesimpulan umum yang mengikat selutuh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki.
Contoh :
Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Generalisasi : Semua bintang sinetro berparas cantik.
Pernyataan “semua bintang sinetron berparas cantik” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya. Karena contoh kesalahannya :Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.
Hipotesis dan Teori
Suatu hipotesis sifatnya spesifik dan prediktif, membahas tentang apa yang anda harapkan akan terjadi dalam penelitian anda. Sebagai contoh, sebuah penelitian untuk melihat hubungan antara kebiasaan belajar dan kecemasan mungkin memiliki hipotesis yang menyatakan, “kami memperkirakan bahwa siswa dengan kebiasaan belajar yang lebih baik tidak mengalami banyak kecemasan”. Jika sebuah studi membahas tentang eksplorasi alam, hipotesisnya harus selalu menjelaskan apa yang diharapkan terjadi selama eksperimen atau penelitian.
Sebuah teori adalah prinsip mapan yang telah dikembangkan untuk menjelaskan beberapa aspek dari suatu pengetahuan. Sebuah teori muncul dari pengamatan dan pengujian berulang dengan menggabungkan fakta, hukum, prediksi, dan hipotesis yang diterima secara luas.
Perbedaan antara hipotesis dan teori adalah :
· Suatu teori memprediksi peristiwa secara umum, sedangkan hipotesis membuat prediksi spesifik tentang bagian tertentu suatu keadaan.
· Suatu teori telah diuji secara luas dan diterima secara umum, sedangkan hipotesis adalah dugaan spekulatif yang belum diuji.
Analogi
Paragraf analogi adalah paragraf yang penalarannya dengan cara membandingkan dua hal yang banyak mengandung persamaan. Dalam membuat paragraf analogi ini kita diharuskan memikirkan 2 hal yang memiliki kesamaan. Proses berfikir ini ialah yang disebut proses berfikir induktif.
Contoh :
Belajar dengan menggunakan buku dan kertas seperti pedang yang berkepala dua. Jika menggunakan kertas terlalu banyak dapat menyebabkan hutan gundul dan pemanasan global terjadi. Tapi apabila tidak menggunakan kertas dapat menyebabkan orang tidak dapat belajar dengan baik apalagi yang memiliki tingkat ekonomi terbatas serba salah untuk mengambil keputusan seperti saat menggunakan pedang berkepala dua yang bisa menyerang dua arah yang berlawanan.
Hubungan Kausal
Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan fakta-fakta yang memiliki pola hubungan sebab akibat. Paragraf hubungan sebab akibat merupakan paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
Contoh:
Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya pohon=pohon di utan sebagai penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.
Ada tiga pola hubungan kausalitas, yaitu sebab-akibat, akibat-sebab, dan sebab-akibat satu dan akibat dua.
· Sebab-akibat
Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab, kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. Polanya adalah A mengakibatkan B. hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab.
· Akibat-sebab
Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. Peristiwa ini kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya. Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
Induksi Dalam Metode Eksposisi
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat. Karangan ini berisi untaian atau enjelasan tentang suatu topic dengan tujuan member informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi untaian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparn proses.
Langkah menyusun eksposisi :
· Menentukan topic/tema
· Menetapkan tujuan
· Mengumpulkan data dari berbagai sumber
· Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
· Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi
Sumber :
http://andriksupriadi.wordpress.com/2010/04/03/pengertian-generalisasi/
http://blogteori.com/2013/11/perbedaan-antara-teori-dan-hipotesis.html
http://contohparagraf.blogspot.com/2013/08/contoh-paragraf-analogi.html
http://yulirahmawati93.blogspot.com/2013/01/hubungan-kausal.html
http://zainal-muttaqin.blogspot.com/2010/03/penalaran-induktif.html
http://demirantiwijaya.blogspot.com/2014/03/induktif.html
Senin, 24 Maret 2014
DEDUKTIF
DEDUKTIF
Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek). Dan yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah.
Contoh :
Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
Akasia adalah tumbuhan (Premis Minor)
Akasia membutuhkan air (Konklusi).
Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotesis yaitu silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi conditional hipotesis. Conditional hipotesis yaitu :
· Bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen.
· Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
My : Jika tidak ada uang manusia sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Mn: Uang tidak ada.
K : Jadi manusia akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Silogisme Alternatif
Silogisme alternative adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternative. Proposisi alternative yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternative yang lain.
Contoh :
My : Kucing berada di dalam rumah atau di luar rumah.
Mn : Kucing berada di luar rumah.
K : Jadi kucing tidak berada di dalam rumah.
Entimen
Entimen adalah silogisme yang diperpendek. Entimen tidak perlu menyebutkan premis umum, tetapi langsung mengetengahkan simpulan dengan premis khusus yang menjadi penyebabnya. Rumus entimen adalah : C=B, karena C=A.
Contoh :
Silogisme :
PU : Pegawai yang baik tidak mau menerima suap.
PK : Decin pegawai yang baik.
S : Decin tidak mau menerima suap.
Entimemnya:
Decom tidak mau menerima suap, karena ia pegawai yang baik.
Penjelasannya :
C : Ali,ia
B : Tidak mau menerima suap.
C=B, karena C=A
Sumber :
http://gilatugas.blogspot.com/2012/04/silogisme-dan-penalaran.html
http://adulchuletta.blogspot.com/2010/06/tugas-silogisme-hipotesis.html
http://yessa0409.blogspot.com/2013/03/silogisme-alternatif.html
http://acepgagan.blogspot.com/2013/01/silogsme-entimen.html
http://demirantiwijaya.blogspot.com/2014/03/deduktif_6.html
Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek). Dan yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah.
Contoh :
Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
Akasia adalah tumbuhan (Premis Minor)
Akasia membutuhkan air (Konklusi).
Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotesis yaitu silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi conditional hipotesis. Conditional hipotesis yaitu :
· Bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen.
· Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh :
My : Jika tidak ada uang manusia sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Mn: Uang tidak ada.
K : Jadi manusia akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Silogisme Alternatif
Silogisme alternative adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternative. Proposisi alternative yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternative yang lain.
Contoh :
My : Kucing berada di dalam rumah atau di luar rumah.
Mn : Kucing berada di luar rumah.
K : Jadi kucing tidak berada di dalam rumah.
Entimen
Entimen adalah silogisme yang diperpendek. Entimen tidak perlu menyebutkan premis umum, tetapi langsung mengetengahkan simpulan dengan premis khusus yang menjadi penyebabnya. Rumus entimen adalah : C=B, karena C=A.
Contoh :
Silogisme :
PU : Pegawai yang baik tidak mau menerima suap.
PK : Decin pegawai yang baik.
S : Decin tidak mau menerima suap.
Entimemnya:
Decom tidak mau menerima suap, karena ia pegawai yang baik.
Penjelasannya :
C : Ali,ia
B : Tidak mau menerima suap.
C=B, karena C=A
Sumber :
http://gilatugas.blogspot.com/2012/04/silogisme-dan-penalaran.html
http://adulchuletta.blogspot.com/2010/06/tugas-silogisme-hipotesis.html
http://yessa0409.blogspot.com/2013/03/silogisme-alternatif.html
http://acepgagan.blogspot.com/2013/01/silogsme-entimen.html
http://demirantiwijaya.blogspot.com/2014/03/deduktif_6.html
PENALARAN
PENALARAN
Pengertian
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Dengan kata lain penalaran dapat juga diartikan sebagai suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan.
Proposisi
Proposisi adalah kalimat logika yang merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah. Dengan kata lain, proposisi sebagai pernyataan yang di dalamnya manusia mengakui atau mengingkari sesuatu tentang sesuatu yang lain.
Proposisi merupakan pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Sehingga dapat diartikan proposisi sebagai pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat.
Inferensi dan Implikasi
Metode Inferensi adalah mekanisme berfikir dan pola-pola penalaran yang digunakan oleh system untuk mencapai suatu kesimpulan. Metode ini akan menganalisa masalah tertentu dan selanjutnya akan mencari jawaban atau kesimpulan yang terbaik. Penalaran dimulai dengan mencocokkan kaidah-kaidah dalam basis pengetahuan dengan fakta-fakta yang ada dalam basis data.
Sedangkan untuk metode implikasi, perhatikan pernyataan berikut ini, “Jika matahari bersinar maka udara terasa hangat”, jadi bila kita tahu bahwa matahari bersinar, kita juga tahu bahwa udara terasa hangat. Karena itu akan sama artinya jika kalimat tersebut kita tulis sebagai berikut, “bila matahari bersinar, udara terasa hangat”, “sepanjang waktu matahari bersinar, udara terasa hangat”, “matahari bersinar berimplikasi udara terasa hangat”. “matahari bersinar hanya jika udara terasa hangat”.
Berdasarkan pernyataan diatas, maka untuk menunjukkan bahwa udara tersebut hangat adalah cukup dengan menunjukkan bahwa matahari bersinar. Sedangkan untuk menunjukkan bahwa matahari bersinar adalah perlu dengan menunjukkan udara menjadi hangat atau udara terasa hangat merupakan syarat perlu bagi matahari bersinar.
Wujud Evidensi
Dalam wujudnya yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu. Biasanya semua bahan informasi berupa statistik, dan keterangan-keterangan yang dikumpulkan atau diberikan oleh orang-orang kepada seseorang, semuanya di masukkan dalam pengertian data (apa yang diberikan) dan infromasi (bahan keterangan). Pada dasarnya semua data dan informasi harus diyakini dan diandalkan kebenarannya. Untuk itu penulis atau pembicara harus mengadakan pengujian atas data dan informasi tersebut, apakah semua bahan keteraangan itu merupakan fakta.
Fakta adalah sesuatu yang sesungguhnya terjadi, atau sesuatu yang ada secara nyata. Bila seorang mengatakan bahwa ia telah melihat kapal musuh mendarat di sebuah pantai yang sepi, itu baru merupakan informasi.
Ada kemungkinan bahwa bisa terjadi kesalahan dalam evidensi itu. Dalam hal ini pembela akan mengajukan evidensi yang lain dengan mengatakan bahwa seorang yang lain telah mencuri pisau itu dan telah mempergunakannya untuk melakukan pembunuhan. Secara diam-diam pisau itu dikembalikan dan tanpa sadar telah dipegang oleh pemiliknya itu. Fakta-fakta yang dipergunakan sama, hanya proses penalaran yang disusun berdasarkan fakta-fakta itu berlainan.
Cara Menguji Data
· Observasi, yaitu melakukan peninjauan untuk lebih meyakinkan dirinya sendiri dengan mengadakan peninjauan atau observasi singkat untuk mengecek data atau informasi tersebut.
· Kesaksian, yaitu meminta keterangan dari orang lain, yang telah mengalami sendiri atau menyelidiki sendiri persoalan tersebut.
· Autoritas, yaitu meminta pendapat dari seorang ahli atau mereka yang telah menyelidiki fakta-fakta itu dengan cermat, memperhatikan semua kesaksian, menilai semua fakta dan kemudian memberikan pendapat mereka sesuai dengan keahlian mereka di bidang tersebut.
Cara Menguji Fakta
· Konsistensi, yaitu tidak ada satu evidensi yang bertentangan atau melemahkan evidensi yang lain, maka argumentasi itu tidak akan meyakinkan pembaca atau pendengar.
· Koherensi, fakta yang digunakan sebagai evidensi harus koheren dengan pengalaman manusia atau sesuai dengan pandangan juga sikap yang berlaku. Penulis harus meyakinkan pembaca untuk menerima fakta-fakta dan jalan pikiran yang dikemukakannya.
Cara Menilai Autoritas
· Tidak mengandung prasangka :
Pendapat itu disusun berdasarkan pada hasil-hasil eksperimental yang dilakukannya. Pengertian tidak mengandung prasangka juga mencakup hal lain, yaitu bahwa autoritas tidak boleh memperoleh keuntungan pribadi dari data-data eksperimentalnya. Bila faktor-faktor itu tidak mempengaruhi autoritas itu, maka pendapatnya dapat dianggap sebagai pendapat yang objektif.
· Pengalaman dan pendidika autoritas :
Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal dan harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan-kegiatan sebagai seorang ahli yang diperoleh melalui pendidikannya tadi. Pengalaman yang diperoleh autoritas dengan penelitian yang dilakukannya dan mempresentasikan hasil-hasil penelitian juga pendapatnya, akan lebih memperkokoh kedudukannya, dengan catatan bahwa syarat pertama diatas harus diperhatikan.
· Kemashuran dan prestise:
Meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas itu hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi dibidang lain. Sering terjadi bahwa seseorang yang menjadi terkenal karena prestise tertentu, dianggap berwenang pula dalam segala bidang. Selama apa yang dikatakannya hanya merupakan pendapat, maka tidak menjadi masalah. Tapi sangat menyedihkan bila pendapatnya itu dikutip dan diperlakukan sebagai suatu autoritas, tanpa mengadakan penelitian sampai dimana kebenaran pendapat itu dan dasar-dasar mana yang dipakai dan diandalkan untuk menyusun pendapat tersebut.
· Koherensi dengan kemajuan :
Pendapat yang diberikan autoritas itu sejalan dengan perkembangan dan kemajuan jaman, atau koheren dengan pendapat atau sikap terakhir dalam bidang tersebut. Untuk memperlihatkan bahwa penulis sungguh-sungguh siap dengan persoalan yang tengah diargumentasikan, maka sebaiknya seluruh argumentasi itu jangan didasarkan hanya pada satu autoritas. Dengan bersandar pada satu autoritas saja, maka hal itu memperlihatkan bahwa penulis kurang menyiapkan diri.
Sumber:
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://hadi27.wordpress.com/penalaran-dalam-penulisan-karya-ilmiah/
http://andini-andhini.blogspot.com/2013/04/pengertian-penalaran-dan-proposisi.html
http://gorengghora.blogspot.com/2011/01/pengertian-implikasi.html
http://demilanisa.blogspot.com/2012/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
http://vianipire.blogspot.com/2012/03/penalaran-itu.html
Pengertian
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Dengan kata lain penalaran dapat juga diartikan sebagai suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan.
Proposisi
Proposisi adalah kalimat logika yang merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal yang dapat dinilai benar atau salah. Dengan kata lain, proposisi sebagai pernyataan yang di dalamnya manusia mengakui atau mengingkari sesuatu tentang sesuatu yang lain.
Proposisi merupakan pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Sehingga dapat diartikan proposisi sebagai pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat.
Inferensi dan Implikasi
Metode Inferensi adalah mekanisme berfikir dan pola-pola penalaran yang digunakan oleh system untuk mencapai suatu kesimpulan. Metode ini akan menganalisa masalah tertentu dan selanjutnya akan mencari jawaban atau kesimpulan yang terbaik. Penalaran dimulai dengan mencocokkan kaidah-kaidah dalam basis pengetahuan dengan fakta-fakta yang ada dalam basis data.
Sedangkan untuk metode implikasi, perhatikan pernyataan berikut ini, “Jika matahari bersinar maka udara terasa hangat”, jadi bila kita tahu bahwa matahari bersinar, kita juga tahu bahwa udara terasa hangat. Karena itu akan sama artinya jika kalimat tersebut kita tulis sebagai berikut, “bila matahari bersinar, udara terasa hangat”, “sepanjang waktu matahari bersinar, udara terasa hangat”, “matahari bersinar berimplikasi udara terasa hangat”. “matahari bersinar hanya jika udara terasa hangat”.
Berdasarkan pernyataan diatas, maka untuk menunjukkan bahwa udara tersebut hangat adalah cukup dengan menunjukkan bahwa matahari bersinar. Sedangkan untuk menunjukkan bahwa matahari bersinar adalah perlu dengan menunjukkan udara menjadi hangat atau udara terasa hangat merupakan syarat perlu bagi matahari bersinar.
Wujud Evidensi
Dalam wujudnya yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu. Biasanya semua bahan informasi berupa statistik, dan keterangan-keterangan yang dikumpulkan atau diberikan oleh orang-orang kepada seseorang, semuanya di masukkan dalam pengertian data (apa yang diberikan) dan infromasi (bahan keterangan). Pada dasarnya semua data dan informasi harus diyakini dan diandalkan kebenarannya. Untuk itu penulis atau pembicara harus mengadakan pengujian atas data dan informasi tersebut, apakah semua bahan keteraangan itu merupakan fakta.
Fakta adalah sesuatu yang sesungguhnya terjadi, atau sesuatu yang ada secara nyata. Bila seorang mengatakan bahwa ia telah melihat kapal musuh mendarat di sebuah pantai yang sepi, itu baru merupakan informasi.
Ada kemungkinan bahwa bisa terjadi kesalahan dalam evidensi itu. Dalam hal ini pembela akan mengajukan evidensi yang lain dengan mengatakan bahwa seorang yang lain telah mencuri pisau itu dan telah mempergunakannya untuk melakukan pembunuhan. Secara diam-diam pisau itu dikembalikan dan tanpa sadar telah dipegang oleh pemiliknya itu. Fakta-fakta yang dipergunakan sama, hanya proses penalaran yang disusun berdasarkan fakta-fakta itu berlainan.
Cara Menguji Data
· Observasi, yaitu melakukan peninjauan untuk lebih meyakinkan dirinya sendiri dengan mengadakan peninjauan atau observasi singkat untuk mengecek data atau informasi tersebut.
· Kesaksian, yaitu meminta keterangan dari orang lain, yang telah mengalami sendiri atau menyelidiki sendiri persoalan tersebut.
· Autoritas, yaitu meminta pendapat dari seorang ahli atau mereka yang telah menyelidiki fakta-fakta itu dengan cermat, memperhatikan semua kesaksian, menilai semua fakta dan kemudian memberikan pendapat mereka sesuai dengan keahlian mereka di bidang tersebut.
Cara Menguji Fakta
· Konsistensi, yaitu tidak ada satu evidensi yang bertentangan atau melemahkan evidensi yang lain, maka argumentasi itu tidak akan meyakinkan pembaca atau pendengar.
· Koherensi, fakta yang digunakan sebagai evidensi harus koheren dengan pengalaman manusia atau sesuai dengan pandangan juga sikap yang berlaku. Penulis harus meyakinkan pembaca untuk menerima fakta-fakta dan jalan pikiran yang dikemukakannya.
Cara Menilai Autoritas
· Tidak mengandung prasangka :
Pendapat itu disusun berdasarkan pada hasil-hasil eksperimental yang dilakukannya. Pengertian tidak mengandung prasangka juga mencakup hal lain, yaitu bahwa autoritas tidak boleh memperoleh keuntungan pribadi dari data-data eksperimentalnya. Bila faktor-faktor itu tidak mempengaruhi autoritas itu, maka pendapatnya dapat dianggap sebagai pendapat yang objektif.
· Pengalaman dan pendidika autoritas :
Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal dan harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan-kegiatan sebagai seorang ahli yang diperoleh melalui pendidikannya tadi. Pengalaman yang diperoleh autoritas dengan penelitian yang dilakukannya dan mempresentasikan hasil-hasil penelitian juga pendapatnya, akan lebih memperkokoh kedudukannya, dengan catatan bahwa syarat pertama diatas harus diperhatikan.
· Kemashuran dan prestise:
Meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas itu hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi dibidang lain. Sering terjadi bahwa seseorang yang menjadi terkenal karena prestise tertentu, dianggap berwenang pula dalam segala bidang. Selama apa yang dikatakannya hanya merupakan pendapat, maka tidak menjadi masalah. Tapi sangat menyedihkan bila pendapatnya itu dikutip dan diperlakukan sebagai suatu autoritas, tanpa mengadakan penelitian sampai dimana kebenaran pendapat itu dan dasar-dasar mana yang dipakai dan diandalkan untuk menyusun pendapat tersebut.
· Koherensi dengan kemajuan :
Pendapat yang diberikan autoritas itu sejalan dengan perkembangan dan kemajuan jaman, atau koheren dengan pendapat atau sikap terakhir dalam bidang tersebut. Untuk memperlihatkan bahwa penulis sungguh-sungguh siap dengan persoalan yang tengah diargumentasikan, maka sebaiknya seluruh argumentasi itu jangan didasarkan hanya pada satu autoritas. Dengan bersandar pada satu autoritas saja, maka hal itu memperlihatkan bahwa penulis kurang menyiapkan diri.
Sumber:
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://hadi27.wordpress.com/penalaran-dalam-penulisan-karya-ilmiah/
http://andini-andhini.blogspot.com/2013/04/pengertian-penalaran-dan-proposisi.html
http://gorengghora.blogspot.com/2011/01/pengertian-implikasi.html
http://demilanisa.blogspot.com/2012/03/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
http://vianipire.blogspot.com/2012/03/penalaran-itu.html
Selasa, 28 Januari 2014
ABSTRAK
DEFINISI
Pengertian umum abstrak merupakan penyajian singkat mengenai isi tulisan sehingga pada tulisan, ia menjadi bagian tersendiri. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka merupakan sebuah halaman yang bisa dibilang adalah halaman yang wajib ketika membuat buku atau karya tulis, hampir semua karya tulis selalu mencatumkan daftar pustaka diakhir karangannya, hal ini dibuat untuk mempermudah pembaca yang ingin meninjau lebih jauh tentang apa yang sudah ditulis, selain itu bisa juga sebagai acuan untuk melakukan pengecakan apakah sudah sesuai dengan buku yang tertera dalam daftar pustaka.
KUTIPAN
Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seseorang, baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan. Berikut adalah beberapa contoh bentuk kutipan.
1. Kutipan langsung
“Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja.
Kamis, 02 Januari 2014
cerita aku dan dia
Banyak orang bilang “cinta bisa datang kapan saja dan dimana saja” ,dan “cinta tidak menggenal siapapun”. Setahun lalu aku menggenal seorang wanita yang sudah membuat aku nyaman berada di sisinya.Aku sudah menngenal dirinya cukup lama bahkan keluarga kami sudah saling kenal ,bisa di bilang sudah akrab,orang tua aku sudah berteman dekat dengan orang tuanya,tapi entah mengapa aku mempunyai sedikit perasaan padanya baru-baru ini.Namun bukan baru kali ini saja aku dekat dengan wanita,dan anehnya baru kali ini aku merasakan hal yang beda yang tidak biasa aku rasakan .Aku binggung dengan perasaanku pada saat itu,apa ini yang namannya jatuh cinta?jika memang ini yang namanya jatuh cinta sebelum aku mengenal diapun aku sudah merasakan jatuh cinta,tapi kali ini cinta yang beda yang aku rasakan. Aku ingin mencari tahu lebih dalam tentang perasaanku ini.Awalnya sedikit takut untuk mendekatkan diri kepadanya.Perlahan tapi pasti,dan dengan meyakinkan diri sendiri aku berusaha untuk mendekatinya.Seperti remaja pada umumnya dikala jatuh cinta ,akupun mencari tahu tentang pribadi dirinya.Seiring dengan berjalannya waktu akupun dekat dengannya,aku sering SMSan dengan dirinya,namun tidak sekedar sampai di situ saja kedetanan kami.Akupun mulai memberanikan diri untuk mengajaknya jalan walaupun hanya sekedar nonton bioskop atau mengajaknya makan di luar.Lama kelamaan kamipun semakin dekat dan perasaanku padanya semakin menjadijadi.Kali ini tidak hanya perasaan nyaman yang aku rasakan,kali ini aku ingin memiliki dirinya. Akupun berusaha kembali untuk memiliki dirinya.Aku terus dan terus berusaha untuk mendapatakn dirinya.Namun pada saat itu ternyata tidak hanya aku saja yang mendekati diri kepadanya.Ternyata ada beberapa orang yang sedang mendekati dirinya pula.Aku mulai pesimis untuk mendapatkan hatinya.Namun tekatku sudah bulat,tidak ada kata mundur untukku.Persaingan sehat yang aku mulai untuk mendapatkan dirinya.Seakan tidak mau di rebut orang duluan akupun memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padanya. Pergantiian tahun lalu aku mengajaknya jalan untuk menikmati suasanya pergantian tahun,namun bukan hanya itu saja niatku mengajaknya keluar,pada saat itu aku berniat untuk menyatakan perasaanku padanya.Namun aku sedikit tidak yakin pada saat itu,aku takut aku takut cintaku tidak dibalas olehnya.Akupun mengurungkan niatku.Seperti orang pada umumnya kami meniup terompet dan memasang petsan untuk memeriahkan malam pergantian tahun.Pada saat itu waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari akupun bergegas untuk mengantarnya pulang kerumah.Keesokan paginya seperti biasa akupun SMS dia hanya untuk sekedar mengucapkan selamat pagi.Namun pada saat SMSan aku merasa gelisah dan tidak nyaman karena masih memendam perasaan padanya.Dan ahirnya tepat pukul 08.00 WIB tampa pikir panjang aku memberanikan diri untuk menyatakan perasaanku padanya melalu SMS,aku tidak peduli dia mau menilaiku bagaimana dengan caraku menyatakan cinta kepadanya. Sambil menunggu balasan pesan singkat dari dirinya kecemasan,ketakutan,dan kegelisahan yang kurasakan,aku takut dia tidak mempunyai perasaan yang sama.Setelah cukup lama aku menunggu balasan itu akupun mendapatkan sms darinya,aku sedikit dekdekan untuk membuka pesan tersebut,namun setelah aku buka pesannya kebahagiaan yang aku dapat.Ternyata perjuanganku tidak siasia ternyata diapun memendam perasaan yang sama kepadaku. Kini hari demi hari,waktu demi waktu,kita habiskan bersama.Dan tidak berasa hubungan aku dengan dia sudah berjalan cukup lama,sudah hampir setahun aku menjalankan hubungan ini bersamanya.
Langganan:
Postingan (Atom)